Fashion Ramah Lingkungan Indonesia Yang Mendunia


Berita setempat
schedule 25 Oktober 2019
Jakarta, Indonesia
0cae68e3 adbe 468d abe6 70833ce7c676 169

Kain ramah lingkungan dari pewarna kulit jengkol, berhasil diangkat desainer Indonesia bekerja sama dengan Humbang Kriya menjadi Trend Internasional.

Nonita Respati pendiri label fesyen Purana dan desainer Windy Chandra keduanya berlaborasi dengan Humbang Kriya menghasilkan karya busana ready to wear bertema "Laboring Love, Weaving Hope". Busana hasil ciptaak keduanya tidak hanya terlihat trendy juga ramah lingkungan. Keduanya memamerkan karya mereka dalam Fashion Week 2020 di Senayan City Jakarta.



Windy Chandra memilik bahan yang ramah lingkungan dari Humbang EcoPrint dikarenakan warnanya lebih menyala dan kuat dibandingkan kain yang diwarnai dengan metode alami lainnya.

Kain-kain tersebut berbahan dasar alami seperti katun, linen dan sutera dengan pewarna kain alami dari biji kopi, kulit jengkol, kayu meranti sisa pembuatan mebel, kayu putih, daun jati, tanaman hisik-hisik dan sandu.

Empat belas Kreasi dari Windy Chandra yang  dipamerkan di JFW, dibuat dari beberapa jenis kain dari Humbang Kriya yaitu Humbang Shibori, Humbang Batiq, Tenun Songket Humbang dan Humbang EcoPrint.

Humbang Kriya binaan Rumah Kreatif Sinar Mas tersebut merangkul pengrajin kain dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara.



Nonita yang memiliki label Purana lebih berfokus pada busana siap pakai. Tujuannya selain dari segi harga bisa terjangkau agar peminat pasaran lebih meluas juga agar pakaian karyanya bisa digunakan di berbagai negara. Purana telah berhasil bahkan memikat pasaran dari Kuwait.


Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau

Dini Kusmana Massabuau, lahir di Jakarta 1973. Lulusan fakultas ekonomi Trisakti, dirinya menerjuni bidang jurnalistik dengan memulai karirnya di ANTV. Kemudia ia pindah ke Montpellier Prancis sejak tahun 2000. Menimba ilmu di Universitas Paul Valery, Montpellier 3, ia mengambil jurusan bahasa dan audio visual. Menjadi penulis untuk rubrik Surat Prancis di Kompas.com selama lima tahun dan juga jurnalis koresponden untuk Tribun News dan Kompas.com. Sejak tahun 2015 Ia menjadi kontributor untuk NET TV. Menulis adalah hal yang tak pernah bisa dipisahkan. Dua novel karyanya telah diterbitkan oleh Gramedia, yaitu 8 Comedie Bandrek dan 7 Malam di Maroko.



All Location Categories Author

Rekomendasi

Inilah fungsi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN)

02 November 2017 - Montpellier, Perancis

Dini Kusmana Massabuau

Keren! Indonesia sukses besar di Village Internasional Gastronomie di Paris!

26 September 2017 - Paris, Perancis

Wonderful Indonesia

Pameran Karya Dua Seniwati Indonesia di Paris Memukau Pengunjung!

15 Februari 2018 - Paris, Perancis

Dini Kusmana Massabuau


Komentar

Silahkan Koneksi atau Mendaftar sebelum mengirimkan komentar.